Sahabat PTK – Cara Pakai, Gambar Pipet Ukur dan Fungsinya. Di jantung setiap laboratorium, baik itu di bidang kimia, biologi, farmasi, atau industri makanan, terdapat kebutuhan mutlak akan presisi.
Artikel Menarik Lainnya:
- Kromatografi Adalah: Fungsi, Prinsip dan Cara Kerjanya!
- Vortex Adalah: Fungsi, Harga dan Gambar Vortex Mixer Laboratorium
- Colony Counter: Fungsi, Gambar, Rekomendasi Brand dan Harganya
- Gambar, Cara Kerja dan Prinsip Refraktometer dalam Analisis Cairan
- Bentuk, Cara Pemakaian dan Fungsi Piknometer + Video Penggunaan
Setiap tetes, setiap mililiter, seringkali memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan hasil eksperimen, kualitas produk, atau akurasi analisis. Dalam dunia yang menuntut ketelitian setinggi itu, ada satu instrumen yang berdiri tegak sebagai simbol akurasi tak tertandingi dalam pemindahan volume cairan: Pipet Ukur atau Pipet Volumetrik.
Meskipun ukurannya mungkin kecil dan penampilannya sederhana, pipet ukur adalah mahakarya rekayasa yang dirancang untuk satu tujuan tunggal: memindahkan volume cairan yang sangat spesifik dengan tingkat akurasi yang luar biasa. Lupakan pipet tetes biasa atau bahkan pipet serologis dengan banyak skala; pipet ukur adalah “raja” di antara mereka, berkuasa di wilayah di mana setiap mikroliter berarti.
Artikel ini akan membimbing Anda melalui segala hal yang perlu Anda ketahui tentang pipet ukur. Dari mengenal bagian-bagiannya, memahami fungsi vitalnya, hingga menguasai seni penggunaannya dengan langkah demi langkah yang detail. Kita juga akan menyelami rahasia di balik akurasinya dan membahas kesalahan umum yang harus dihindari agar Anda bisa menjadi seorang “maestro” dalam menggunakan instrumen presisi ini.
Apa Itu Pipet Ukur?

Di antara beragam jenis pipet yang ada di laboratorium, pipet ukur (volumetric pipette) memiliki ciri khas yang membuatnya unik dan superior dalam hal akurasi. Berbeda dengan pipet Mohr atau pipet serologis yang memiliki skala graduasi untuk berbagai volume, pipet ukur dirancang untuk memindahkan satu volume tunggal yang sangat spesifik dengan tingkat presisi tertinggi. Oleh karena itu, pipet ini juga sering disebut sebagai pipet gondok karena bentuknya yang menyerupai labu atau gondok di bagian tengahnya.
Ciri Khas Pipet Ukur:
- Bentuk Bulat (Gondok): Bagian tengah pipet melebar membentuk labu atau gondok. Ini adalah ciri fisik paling menonjol yang membedakannya dari pipet lain.
- Satu Tanda Kalibrasi: Pipet ukur hanya memiliki satu tanda garis kalibrasi tunggal pada leher atasnya. Garis ini menunjukkan volume yang tepat akan ditransfer ketika meniskus cairan berada tepat di garis tersebut.
- Tanda “TD” atau “TC”:
- TD (To Deliver): Mayoritas pipet ukur adalah jenis “TD”. Ini berarti pipet tersebut dikalibrasi untuk mengeluarkan volume yang tertera. Setelah cairan dikeluarkan, sejumlah kecil cairan akan tetap menempel di ujung pipet. Cairan ini tidak boleh ditiup keluar karena sudah diperhitungkan dalam kalibrasi volume.
- TC (To Contain): Beberapa pipet volumetrik langka mungkin berjenis “TC”, yang berarti mereka dikalibrasi untuk mengandung volume tertentu. Ini lebih umum pada alat ukur lain seperti labu ukur.
- Akurasi Tinggi: Pipet ukur adalah instrumen volume paling akurat di laboratorium. Akurasinya seringkali mencapai ±0.02% hingga ±0.05% dari volume nominal, tergantung pada kelas pipet (Kelas A atau Kelas B).
Gambar Pipet Ukur (Deskripsi Visual):
Bayangkan sebuah batang kaca panjang dan ramping. Di bagian ujung bawahnya, terdapat ujung yang meruncing halus (disebut tip). Sekitar sepertiga dari panjang total dari bagian bawah, batang kaca ini melebar secara dramatis membentuk sebuah bola atau labu bundar yang mulus – inilah “gondok” yang menjadi ciri khasnya. Setelah bagian gondok ini, batang kaca kembali menyempit dan memanjang ke atas, membentuk leher pipet. Pada bagian leher yang ramping ini, terdapat satu garis tipis horizontal yang terukir dengan sangat presisi – ini adalah tanda kalibrasi. Di atas garis ini, biasanya tertera volume nominal pipet (misalnya, 10 mL, 25 mL, 50 mL), suhu kalibrasi (misalnya, 20°C), dan tanda “TD” atau “TC”. Bagian paling atas dari pipet adalah bukaan tempat alat bantu pipet dipasang. Seluruh instrumen umumnya terbuat dari kaca borosilikat bening yang tahan bahan kimia dan suhu.
Bagian-Bagian Pipet Ukur

Untuk memahami cara kerjanya, mari kita bedah bagian-bagian utama pipet ukur:
- Tip (Ujung Pipet): Bagian paling bawah yang meruncing. Dirancang untuk memungkinkan aliran cairan yang terkontrol dan meminimalkan tetesan yang tersisa. Penting untuk dijaga agar tidak retak atau sumbing karena dapat memengaruhi akurasi.
- Stem Bawah (Batang Bawah): Bagian batang ramping di atas tip dan di bawah gondok.
- Bulb/Gondok (Labu/Bola): Bagian tengah yang melebar. Ini adalah bagian yang menampung sebagian besar volume cairan yang akan ditransfer. Desainnya yang lebar membantu mengurangi efek tegangan permukaan pada akurasi volume.
- Stem Atas (Batang Atas/Leher): Bagian batang ramping di atas gondok. Di sinilah tanda kalibrasi berada.
- Calibration Mark (Tanda Kalibrasi): Garis horizontal tunggal yang terukir pada stem atas. Ini adalah titik referensi yang sangat penting. Ketika meniskus bawah cairan berada tepat pada garis ini, volume yang ditunjukkan (misalnya, 25 mL) telah tercapai.
- Mouthpiece (Bukaan Atas): Bagian paling atas pipet tempat alat bantu pipet (pipette aid/bulb) dipasang untuk menyedot atau mengeluarkan cairan.
Setiap bagian ini bekerja sama secara harmonis untuk memastikan pemindahan volume cairan yang sangat akurat dan presisi.
Fungsi Pipet Ukur Laboratorium

Fungsi utama pipet ukur adalah memindahkan volume cairan yang sangat spesifik dan tetap dari satu wadah ke wadah lain dengan akurasi dan presisi maksimum. Inilah mengapa pipet ini menjadi tulang punggung dalam banyak aplikasi ilmiah:
- Pembuatan Larutan Standar: Dalam kimia analitik, larutan standar dengan konsentrasi yang diketahui sangat penting. Pipet ukur digunakan untuk memindahkan volume pelarut atau zat terlarut yang tepat ke dalam labu ukur untuk mencapai konsentrasi yang diinginkan.
- Titrasi: Dalam proses titrasi, pipet ukur digunakan untuk mengambil volume analit yang diketahui secara akurat sebelum dititrasi dengan titran. Keakuratan volume analit sangat krusial untuk mendapatkan hasil titrasi yang tepat.
- Pengenceran Presisi: Ketika larutan pekat perlu diencerkan ke konsentrasi yang lebih rendah dengan sangat akurat, pipet ukur digunakan untuk memindahkan volume larutan pekat yang tepat.
- Analisis Kuantitatif: Dalam berbagai metode analisis kuantitatif, seperti analisis gravimetri atau spektrofotometri, pengambilan sampel dengan volume yang tepat menggunakan pipet ukur adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan keandalan hasil.
- Pengujian Kualitas (QC): Di industri, pipet ukur digunakan dalam pengujian kualitas untuk memastikan produk memenuhi standar volume atau konsentrasi tertentu.
Singkatnya, di mana pun akurasi volume adalah parameter yang tidak bisa ditawar, di sanalah pipet ukur menjadi instrumen pilihan utama.
Panduan Langkah Demi Langkah Cara Pakai

Menggunakan pipet ukur adalah seni yang membutuhkan kesabaran, latihan, dan pemahaman akan detail. Ini bukan sekadar menyedot dan mengeluarkan. Mari kita pelajari langkah demi langkah untuk mencapai akurasi optimal.
Peralatan yang Dibutuhkan:
- Pipet Ukur yang bersih dan kering
- Pipet Aid (bulb hisap atau pompa pipet) – JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN MULUT UNTUK MENGHISAP CAIRAN! Ini sangat berbahaya dan tidak higienis.
- Wadah cairan yang akan dipindahkan
- Wadah tujuan (beaker, erlenmeyer, labu ukur, dll.)
- Botol bilas dengan air deionisasi/akuades
Langkah 1: Pembersihan Awal dan Pemeriksaan Integritas
- Pembersihan: Pastikan pipet bersih dari sisa-sisa cairan sebelumnya. Cuci dengan deterjen khusus laboratorium, bilas berulang kali dengan air keran, lalu bilas minimal 3 kali dengan air deionisasi/akuades. Kebersihan adalah kunci; sisa kotoran dapat memengaruhi volume yang ditransfer.
- Pemeriksaan: Periksa ujung pipet apakah ada retakan atau sumbing. Ujung yang rusak akan mengganggu aliran dan akurasi. Pastikan pipet kering sempurna di bagian dalamnya sebelum digunakan untuk larutan non-air, atau bilas dengan larutan yang akan dipindahkan.
Langkah 2: Pembilasan (Conditioning)
- Jika Anda memindahkan larutan yang bukan air (misalnya, larutan reagen), sangat penting untuk membilas pipet dengan sedikit larutan yang akan dipindahkan. Ini disebut “conditioning” atau “pembilasan”.
- Sedot sekitar 2-3 mL larutan ke dalam pipet (jangan sampai ke tanda kalibrasi).
- Lepaskan alat bantu pipet, pegang pipet secara horizontal, dan putar perlahan agar larutan membasahi seluruh permukaan dalam pipet dari gondok hingga ujung.
- Buang larutan bilasan ini ke wadah limbah. Ulangi 2-3 kali. Langkah ini menghilangkan sisa air atau kontaminan yang bisa mengencerkan atau bereaksi dengan larutan yang sebenarnya.
Langkah 3: Pengisian Cairan (Aspirasi)
- Pasang pipet aid dengan rapat pada bukaan atas pipet.
- Celupkan ujung pipet ke dalam cairan yang akan dipindahkan, pastikan ujungnya terendam cukup dalam tetapi tidak menyentuh dasar wadah (untuk menghindari kotoran di dasar).
- Gunakan pipet aid untuk menyedot cairan perlahan melewati tanda kalibrasi. Jangan terlalu cepat agar tidak terbentuk gelembung atau cairan masuk ke dalam pipet aid.
- Segera setelah cairan melewati tanda, lepaskan tekanan pada pipet aid atau cabut pipet aid dengan cepat dan hati-hati.
Langkah 4: Penyetelan Meniskus
- Angkat pipet dari wadah cairan. Usap bagian luar ujung pipet dengan lembut menggunakan tissue atau kain bebas serat untuk menghilangkan tetesan berlebih. Jangan menyentuh bagian ujung lubang.
- Pegang pipet secara vertikal (tegak lurus) setinggi mata Anda. Pastikan mata Anda sejajar dengan tanda kalibrasi untuk menghindari kesalahan paralaks.
- Gunakan jari telunjuk Anda untuk mengontrol aliran cairan dari bagian atas pipet (dengan sedikit menekan atau melonggarkan).
- Biarkan cairan mengalir perlahan hingga bagian bawah meniskus (kurva cekung permukaan cairan) sejajar sempurna dengan bagian atas tanda kalibrasi. Ini adalah titik paling krusial untuk akurasi.
- Jika Anda terlalu banyak mengeluarkan cairan, jangan panik. Hisap kembali cairan melewati tanda kalibrasi dan ulangi proses penyetelan meniskus.
Langkah 5: Pemindahan Cairan (Dispensing)
- Pindahkan pipet ke wadah tujuan (misalnya, labu ukur, erlenmeyer).
- Sentuhkan ujung pipet ke dinding bagian dalam wadah tujuan. Ini akan membantu aliran cairan yang lancar.
- Biarkan cairan mengalir keluar secara gravitasi. Jangan meniup cairan keluar dari pipet. Pipet jenis “TD” dirancang untuk menyisakan sedikit cairan di ujungnya, dan ini sudah diperhitungkan dalam kalibrasi volume.
- Setelah aliran cairan berhenti, biarkan pipet tetap menempel pada dinding wadah tujuan selama sekitar 10-15 detik. Ini memungkinkan waktu drainase yang cukup untuk sebagian besar cairan menetes keluar.
Langkah 6: Sentuhan Akhir
- Setelah waktu drainase, angkat pipet sambil tetap menyentuhkan ujungnya ke dinding wadah tujuan selama 2-3 detik. Anda mungkin akan melihat satu tetesan kecil masih menempel di ujung pipet; biarkan saja, jangan dipaksakan keluar. Ini adalah cairan yang sengaja ditinggalkan oleh desain “TD” untuk akurasi volume yang tepat.
- Pipet sudah siap untuk dicuci atau digunakan kembali setelah dibersihkan.
Tips dan Trik Tingkat Lanjut Penggunaan Pipet Ukur
Untuk menguasai pipet ukur dan mencapai akurasi maksimal, perhatikan beberapa detail ini:
- Suhu Kalibrasi: Pipet dikalibrasi pada suhu tertentu (biasanya 20°C). Variasi suhu yang signifikan pada cairan atau lingkungan dapat memengaruhi volume karena ekspansi atau kontraksi.
- Viskositas Cairan: Cairan yang lebih kental akan mengalir lebih lambat dan mungkin menyisakan lebih banyak di dinding pipet. Beri waktu drainase yang lebih lama untuk cairan kental.
- Tegangan Permukaan: Meniskus terbentuk karena tegangan permukaan. Selalu baca meniskus bawah untuk cairan yang membasahi kaca (seperti air).
- Posisi Vertikal: Selalu pegang pipet tegak lurus (vertikal) saat menyetel meniskus dan saat mendispens. Sudut kemiringan akan memengaruhi akurasi.
- Kecepatan Aliran: Jangan terburu-buru saat menyedot atau mengeluarkan cairan. Aliran yang stabil dan terkontrol meminimalkan gelembung udara dan memastikan drainase yang tepat.
- Penggunaan Pipet Aid yang Tepat: Kenali cara kerja pipet aid Anda (bulb karet, pompa pipet roda, atau elektronik) dan gunakan dengan lancar dan terkontrol.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Bahkan profesional pun kadang membuat kesalahan. Berikut adalah yang paling umum yang harus Anda hindari:
- Meniup Cairan Keluar: Ini adalah kesalahan paling fatal untuk pipet jenis “TD”. Ingat, cairan yang tersisa di ujung sudah diperhitungkan dalam kalibrasi. Meniupnya akan menambah volume yang ditransfer dan merusak akurasi.
- Membaca Meniskus yang Salah: Tidak sejajar dengan mata, membaca meniskus atas, atau tidak membiarkan meniskus stabil sebelum membaca.
- Pipet Kotor/Basah: Sisa kotoran atau air di dalam pipet akan memengaruhi volume yang ditransfer atau mengencerkan larutan.
- Menggunakan Mulut untuk Menghisap: Sangat berbahaya dan tidak profesional. Selalu gunakan pipet aid.
- Sudut Pipet yang Salah: Tidak memegang pipet secara vertikal saat menyetel meniskus atau mendispens.
- Terburu-buru: Tidak memberikan waktu yang cukup untuk drainase penuh atau menyedot/mengeluarkan terlalu cepat.
- Ujung Pipet Rusak: Ujung yang retak atau sumbing akan menyebabkan tetesan yang tidak konsisten dan akurasi yang buruk.
Perawatan dan Penyimpanan
Agar pipet ukur Anda tetap akurat dan awet, rawatlah dengan baik:
- Segera Bersihkan: Setelah digunakan, segera bilas pipet dengan air keran, lalu air deionisasi/akuades. Jangan biarkan sisa larutan mengering di dalamnya, terutama jika larutan tersebut korosif atau lengket.
- Pengeringan: Keringkan pipet secara menyeluruh, bisa dengan menggantungnya terbalik di rak pengering atau menggunakan oven pengering (suhu rendah).
- Penyimpanan Aman: Simpan pipet di rak pipet khusus atau laci yang aman untuk mencegah pecah atau retak pada ujungnya. Hindari menumpuknya dengan peralatan lain.
Kesimpulan
Pipet ukur mungkin tampak seperti alat sederhana, tetapi di tangan yang terampil, ia adalah instrumen yang sangat kuat dan akurat. Menguasai penggunaannya bukan hanya tentang mengikuti instruksi, tetapi juga tentang mengembangkan “rasa” terhadap cairan, meniskus, dan aliran. Ini adalah keterampilan yang diasah melalui latihan berulang dan perhatian terhadap detail.
Dalam dunia di mana data yang akurat dan hasil yang presisi adalah segalanya, pipet ukur adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan fondasi analisis Anda kokoh. Dengan memahami cara pakai, fungsi, dan rahasia akurasinya, Anda tidak hanya menggunakan alat, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi presisi ilmiah yang telah ada selama berabad-abad.
Jadi, ambil pipet ukur Anda, pasang pipet aid, dan mulailah menari dalam irama presisi laboratorium! Terima kasih telah berkunjung di Sahabat PTK, sekian dan Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
No Comment! Be the first one.